Pasca Iran menghantam fasilitas militer milik AS di negara-negara Teluk, sejumlah wilayah Negara Bahrain menggema sirene tanda bahaya serangan udara pada Senin (13/7/2026) dini hari. Warga pun diingatkan untuk mencari tempat berlindung.
“Sirene telah diaktifkan. Kami mengimbau warga negara dan penduduk untuk tetap tenang, menuju lokasi aman, dan mengikuti perkembangan melalui siaran resmi,” ujar Kementerian Dalam Negeri Bahrain, dilansir Anadolu Agency.
Usai sirene itu berbunyi kedua kalinya, pihak Iran pun dikabarkan mengumumkan rencana melancarkan serangan ke tempat-tempat tertentu di Bahrain.
Selain itu, Yordania juga diduga menonaktifkan sementara operasional penerbangan. Meskipun begitu, belum ada keterangan resmi dari negara itu.
Teheran mengklaim telah menyasar fasilitas militer AS di sejumlah negara seperti Kwuait, Qatar, Qatar, Yordania, Bahrain dan Oman. Aksi ini merupakan balasan atas serangan AS ke Iran. (*)











