Pada fase pemulihan bencana hidrometrologi yang terjadi November 2025 lalu, pemerintah kini menargetkan proses pembangunan lima jembatan permanen di Provinsi Aceh akan rampung pada Juli 2026. Langkah ini sebagai penguatan akses masyarakat pascabencana.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mencatat lima jembatan tersebut yakni Jembatan Krueng Tingkeum, Krueng Meuredu, Ulee Langa, Lawe Mengkudu I dan Pantai Dona di Kabupaten Bireuen. Infrastruktur ini adalah bagian dari rencana percepatan rehabilitasi Nasional kawasan terdampak bencana.
Seperti Jembatan Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, progresnya sudah sampai pembangunan rangka baja permanen dan mencapai 51 persen. Infrastruktur ini akan memperlancar arus mobilisasi masyarakat, sera menghubungkan jalur Nasional wilayah Barat-Timur Aceh yang sempat terganggu.
Dalam waktu dekat pengerjaannya masuk ke tahap pemasangan grigder baja dari abutment satu menuju pilar satu sebagai bagian penting dalam menyelesaikan konstruksi.
Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh melalui PPK 1.3, Isnanda mengatakan hingga kini progres pembangunan masih sesuai dengan rencana kerja yang mereka tetapkan.
“Dalam waktu dekat akan dilakukan proses erection girder baja. Sebelumnya, akses masyarakat di kawasan tersebut masih mengandalkan jembatan Bailey sementara yang beberapa kali mengalami perbaikan,” ujar Isnanda saat ditemui, Rabu (20/5/2026).
Selain itu Isnanda juga mengatakan bahwa ada 14 jembatan permanen lainnya di Aceh yang dalam proses rehabilitasi dan mereka menargetkannya selesai Desember 2026. Antara lain seperti Jembatan Lumut, teupin Mane, Krueng Beutong, Titi Merah, Jamur Mesin 7, Lenang hingga Gampong Salah Sirong Jaya.
Teks foto : Jembatan permanen yang dibangun dan ditargetkan selesai Juli mendatang oleh pemerintah. (Dok Satgas PRR)









