Breaking

Pemukulan 3 Pegawai SPBU, Pelaku Ngaku Aparat

Yusuf

25 Februari 2026

Rekaman CCTV pelaku JMH saat memukul petugas SPBU di Cipinang, Jakarta Timur
Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku berinisial JMH mendatangi dan memukul petugas SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, setelah ditolak mengisi BBM subsidi. (Antara/Dok Pribadi)

Idnesia – Seorang pria yang mengaku aparat membuat onar dan memukul petugas SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, setelah ditolak mengisi BBM subsidi. Aksi tersebut terekam CCTV dan viral di media sosial. Polisi bergerak cepat dan menangkap pelaku.

Ringkasnya:

  • Pelaku mengamuk usai ditolak mengisi BBM subsidi karena nopol tak sesuai data.
  • Polisi memastikan pelaku bukan aparat, melainkan warga sipil.
  • Hasil tes urine menunjukkan pelaku positif sabu dan ganja.

Kronologi Pemukulan di SPBU Cipinang

Peristiwa bermula saat sebuah mobil Toyota Vellfire hitam hendak mengisi BBM jenis Pertalite. Namun, petugas SPBU menolak karena hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan.

Dalam video yang dilihat detikcom, Selasa (24/2), pria tersebut turun dari mobil dan menghampiri petugas. Saat berbincang, tangannya terlihat menunjuk ke wajah petugas sebelum kemudian memukulnya.

Setelah itu, pria tersebut sempat kembali ke mobil dan keluar lagi sambil memegang tas. Ia kembali menghampiri petugas, menunjuk-nunjuk, dan mengejar korban. Tak lama kemudian, ia meninggalkan area SPBU dengan meninggalkan mobilnya. Ketika kembali, ia kembali menunjuk seorang pria lainnya.

Pelaku Ditangkap Polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan kasus itu dilaporkan korban pada Senin (23/2). Polisi kemudian bergerak cepat.

“Pada Selasa (24/2), sekitar pukul 16.00 WIB, tim gabungan Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur dan Unit Reskrim Polsek Pulogadung mengamankan pelaku di kawasan Rawalumbu, Bekasi Timur. Pelaku kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi, Selasa (24/2).

Ngaku Aparat, Ternyata Wiraswasta

Polisi memastikan pelaku berinisial JMH bukan anggota kepolisian. Ia merupakan warga sipil yang berprofesi wiraswasta.

“Pelaku berinisial JMH telah diamankan dan dipastikan bukan anggota kepolisian, melainkan warga sipil berprofesi wiraswasta,” ujar Budi.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal juga menegaskan informasi yang menyebut pelaku sebagai anggota Polri tidak benar.

“Beredar pemberitaan yang menyebutkan adanya oknum anggota Polri yang melakukan pemukulan terhadap tiga pegawai SPBU di wilayah Jakarta Timur. Informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan fakta hasil penyelidikan,” kata Alfian.

Ia menyebut pelaku berinisial JMH (31) merupakan pekerja rental mobil.

Gunakan Pelat Nomor Bodong

Penolakan pengisian BBM terjadi karena nomor polisi yang digunakan tidak sesuai dengan data barcode. Berdasarkan foto yang diterima detikcom, pelat nomor yang digunakan bertuliskan L-1-XD dan bukan diperuntukkan bagi mobil Toyota Vellfire hitam tersebut.

“Hasil pencocokan barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan,” jelas Budi.

Penolakan tersebut memicu emosi pelaku hingga melakukan kekerasan terhadap sejumlah pekerja SPBU, termasuk petugas yang berupaya melerai.

Positif Sabu dan Ganja

Dalam proses pemeriksaan, keterangan pelaku disebut berubah-ubah. Polisi kemudian melakukan tes urine.

“Setelah dilakukan tes urine, pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja,” ujar Alfian.

Saat ini, JMH telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Author Image

Author

Yusuf

Tinggalkan komentar